Popo Danes: Berarsitektur Selaras Alam

Added by | 10 yearss ago

1094

Darimana Rekontekstualisasi Arsitektur Nusantara harus dimulai? Berarsitektur Selaras Alam. Mempelajari Arsitektur Nusantara bukan untuk kembali ke masa lalu. Rekontekstualisasinya dapat diawali dari mana saja sesuai bakat, kemampuan, dan kesempatan tiap individu. Langkah bisa dimulai [1] dari yang paling kasat-mata seperti sosok-siluetnya, bahan, atau sekedar kenangan dari unsur bangunannya. Juga bisa diawali dari [2] konsep-konsep ruang-arsitektural dan semua tradisi-lokalnya. Atau, [3] diwujudkan dari filosofinya. Misalnya, nilai kegotong-royongan atau ekologi yang melatar-belakangi eksistensinya. Yang ketiga itu paling rumit. Begitu pula yang dilakukan sahabat kita Popo Danes. Suatu karya arsitektur tak berhenti ketika suatu bangunan selesai didirikan. Hal yang belum banyak disadari ialah bahwa ada dampak visual, spasial, budaya, ekonomi, ekologis, bahkan dampak politik dari suatu karya arsitektural. Arsitektur bukan milik arsitek saja, tapi milik masyarakat. Masyarakat berhak menerima atau menolaknya. Tetapi hakikatnya, setiap putera negeri punya hak untuk memaknai arsitektur di lingkungan Nusantara. Begitu pula Popo. Ia memaknai kembali komponen bangunan lama sebagai material re-use. Rekontekstualisasi Arsitektur Nusantara menjadi Arsitektur Nusantara Kontemporer juga tampak ditempuh Popo lewat konsep-konsep ruang-arsitektural dan semua tradisi-lokalnya. Rumah Renon di Denpasar, Bali, adalah salah satu contohnya. Konsep ruang tradisional rumah Bali, dipakai Popo ...

Channel: Sci & Tech Channel

Related tags:

comments powered by Disqus









TerritorioScuola. Some rights reserved. Informazioni d'uso